Kenapa Game yang Terlihat Sederhana Justru Bisa Dibuat Bertahun-Tahun?

Kenapa Game yang Terlihat Sederhana Justru Bisa Dibuat Bertahun-Tahun

Pernah melihat sebuah game lalu berpikir, “Kayaknya game seperti ini gampang dibuat, deh.”

Grafiknya sederhana. Karakternya tidak terlalu banyak. Mekanismenya juga terlihat mudah dipahami. Bahkan ada game yang hanya mengandalkan gerakan sederhana, mengumpulkan objek, atau menekan tombol tertentu.

Namun di balik tampilan yang terlihat sederhana itu, proses pembuatannya bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Hal ini sering membuat pemain bertanya-tanya: kalau game-nya terlihat sederhana, sebenarnya apa yang membuat proses pembuatannya begitu lama?

Jawabannya bukan sekadar soal membuat gambar atau menulis kode.

Game yang Sederhana di Mata Pemain Belum Tentu Sederhana di Balik Layar

Salah satu kesalahpahaman tentang pengembangan game adalah menganggap kompleksitas game hanya bisa dilihat dari grafiknya.

Padahal, grafik hanyalah salah satu bagian.

Sebuah game dengan tampilan dua dimensi sederhana tetap membutuhkan sistem untuk mengatur karakter, pergerakan, kamera, suara, interaksi, menu, penyimpanan data, kontrol, hingga berbagai kondisi yang mungkin terjadi ketika pemain memainkan game.

Misalnya, karakter dalam game terlihat hanya berjalan dari kiri ke kanan.

Di balik gerakan sederhana tersebut, developer harus menentukan:

  • Seberapa cepat karakter berjalan?
  • Apa yang terjadi ketika karakter menabrak objek?
  • Bagaimana karakter melompat?
  • Bagaimana gravitasi bekerja?
  • Apa yang terjadi jika karakter jatuh?
  • Bagaimana kamera mengikuti karakter?
  • Bagaimana sistem menangani kontrol keyboard, controller, atau perangkat lain?

Bagi pemain, semuanya mungkin terlihat sebagai satu gerakan sederhana.

Bagi developer, gerakan tersebut merupakan kumpulan sistem yang harus bekerja secara bersamaan.

Membuat Game Bukan Hanya Tentang Membuatnya Bisa Dimainkan

Ada perbedaan besar antara “game bisa dimainkan” dan “game siap dimainkan oleh banyak orang.”

Developer mungkin bisa membuat sebuah karakter bergerak dalam beberapa jam.

Tetapi membuat pergerakan tersebut terasa nyaman membutuhkan proses yang jauh lebih panjang.

Kecepatan karakter perlu diuji. Respons tombol harus terasa tepat. Animasi harus sesuai dengan gerakan. Kamera tidak boleh membuat pemain pusing. Sistem collision harus bekerja dengan benar.

Kemudian muncul masalah yang sebelumnya tidak terlihat.

Bagaimana jika pemain melakukan sesuatu yang tidak diperkirakan developer?

Bagaimana jika pemain terjebak di suatu tempat?

Bagaimana jika karakter menembus tembok?

Bagaimana jika game tiba-tiba berhenti ketika kondisi tertentu terjadi?

Semua kemungkinan tersebut harus dicari, diuji, dan diperbaiki.

Itulah mengapa testing menjadi bagian besar dari proses pengembangan game.

Bug Kecil Bisa Menjadi Masalah Besar

Dalam pengembangan game, bug tidak selalu terlihat seperti kerusakan besar.

Kadang-kadang bug hanya berupa karakter yang berjalan sedikit terlalu cepat.

Namun masalah kecil tersebut bisa memengaruhi sistem lain.

Contohnya, jika kecepatan karakter tidak sesuai, waktu animasi bisa terasa aneh. Collision mungkin tidak bekerja dengan baik. Level yang sebelumnya terasa seimbang bisa menjadi terlalu mudah atau terlalu sulit.

Satu perubahan kecil bahkan bisa menimbulkan masalah baru di tempat lain.

Karena itu, developer tidak hanya memperbaiki bug.

Mereka juga harus memastikan bahwa perbaikan tersebut tidak merusak sistem lain yang sebelumnya sudah berjalan dengan baik.

Membuat Game Juga Berarti Membuat Pengalaman

Ada alasan lain mengapa game membutuhkan waktu lama: developer tidak hanya membuat sistem, tetapi juga merancang pengalaman pemain.

Pemain mungkin tidak menyadari berapa banyak keputusan kecil yang ada dalam sebuah game.

Misalnya:

  • kapan musik mulai dimainkan,
  • kapan musuh muncul,
  • seberapa sulit sebuah level,
  • seberapa lama pemain harus menunggu,
  • bagaimana tutorial diberikan,
  • seberapa cepat karakter merespons,
  • kapan sebuah hadiah diberikan,
  • dan bagaimana pemain mengetahui apa yang harus dilakukan.

Semua itu memengaruhi perasaan pemain ketika bermain.

Game yang terasa “enak dimainkan” biasanya bukan hasil kebetulan.

Ada banyak keputusan yang sudah dipikirkan, diuji, kemudian diubah berkali-kali.

Satu Menit Gameplay Bisa Membutuhkan Waktu Berhari-hari

Menariknya, bagian game yang akhirnya dimainkan selama beberapa menit bisa saja membutuhkan waktu produksi yang jauh lebih lama.

Bayangkan sebuah level yang hanya membutuhkan waktu lima menit untuk diselesaikan pemain.

Developer mungkin harus membuat desain level, objek, karakter, suara, animasi, sistem musuh, pencahayaan, efek visual, kemudian melakukan pengujian berulang kali.

Setelah selesai, level tersebut mungkin masih terasa membosankan.

Akhirnya desainnya diubah.

Setelah diubah, muncul masalah baru.

Kemudian diuji lagi.

Proses seperti ini dapat berulang berkali-kali.

Karena tujuan developer bukan sekadar membuat konten dalam jumlah banyak, tetapi membuat setiap bagian game terasa memiliki alasan untuk berada di sana.

Semakin Banyak Orang yang Memainkan, Semakin Banyak Kemungkinan Masalah

Game yang dikembangkan untuk banyak perangkat juga menghadapi tantangan tambahan.

Sebuah game bisa berjalan dengan baik di komputer milik developer, tetapi mengalami masalah ketika dijalankan pada perangkat lain.

Perbedaan spesifikasi hardware, sistem operasi, resolusi layar, controller, performa grafis, hingga konfigurasi pengguna dapat menghasilkan masalah yang berbeda.

Karena itu, game perlu diuji dalam berbagai kondisi.

Dan semakin besar target pemainnya, semakin luas pula kemungkinan masalah yang harus dipikirkan.

Developer Juga Sering Mengubah Keputusan yang Sudah Dibuat

Salah satu bagian paling sulit dalam membuat game adalah menerima kenyataan bahwa sesuatu yang sudah dikerjakan selama berminggu-minggu mungkin harus diubah atau bahkan dibuang.

Sebuah fitur bisa terlihat bagus ketika dirancang.

Namun setelah dicoba, ternyata tidak menyenangkan.

Sebuah level mungkin sudah selesai dibuat, tetapi ternyata membuat pemain kebingungan.

Sebuah mekanisme permainan mungkin terdengar menarik dalam rapat, tetapi tidak terasa menyenangkan ketika dimainkan.

Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan hasil kerja hanya karena sudah menghabiskan banyak waktu justru bisa menjadi kesalahan.

Developer terkadang harus kembali ke meja desain dan memulai kembali.

Inilah salah satu alasan mengapa perkembangan sebuah game tidak selalu berjalan lurus.

Game yang Terlihat Sederhana Justru Bisa Sangat Sulit Dibuat

Ada sebuah paradoks menarik dalam industri game.

Semakin sederhana sebuah game terlihat, terkadang semakin sedikit hal yang bisa disembunyikan dari pemain.

Dalam game dengan sistem yang sangat kompleks, pemain mungkin memiliki banyak hal untuk diperhatikan.

Namun dalam game sederhana, satu masalah kecil dapat langsung terasa.

Pergerakan karakter yang sedikit tidak nyaman.

Suara yang terlambat.

Menu yang membingungkan.

Kontrol yang terlalu sensitif.

Atau level yang terasa membosankan.

Hal-hal kecil tersebut dapat menentukan apakah pemain menikmati game atau memilih berhenti memainkannya.

Kesederhanaan bukan berarti tidak ada pekerjaan.

Justru terkadang kesederhanaan membutuhkan penyederhanaan yang sangat panjang.

Yang Dilihat Pemain Adalah Hasil Akhirnya

Pemain biasanya melihat game setelah sebagian besar proses rumit tersebut selesai.

Yang terlihat hanyalah layar, karakter, musik, tombol, dan dunia virtual yang bisa dimainkan.

Pemain tidak melihat ratusan keputusan yang terjadi selama proses pembuatannya.

Tidak melihat bug yang pernah muncul.

Tidak melihat fitur yang akhirnya dibuang.

Tidak melihat level yang dibuat lalu dirancang ulang.

Tidak melihat berapa kali sebuah mekanisme diuji hanya untuk mendapatkan respons yang terasa beberapa detik lebih nyaman.

Karena itu, sebuah game yang tampak sederhana sebenarnya bisa menyimpan pekerjaan yang sangat besar.

Pada Akhirnya, Kesederhanaan Adalah Hasil dari Banyak Pekerjaan

Membuat game bukan perlombaan untuk memasukkan sebanyak mungkin fitur.

Justru salah satu tantangan terbesar developer adalah menentukan apa yang tidak perlu dimasukkan.

Game yang sederhana tetapi terasa menyenangkan biasanya telah melewati banyak proses: mencoba, gagal, memperbaiki, menghapus, mengulang, dan menguji kembali.

Itulah mengapa waktu pengembangan tidak selalu bisa ditebak hanya dari tampilan game.

Sebuah game mungkin terlihat seperti proyek kecil ketika sudah berada di tangan pemain.

Tetapi sebelum sampai ke titik tersebut, ada banyak pekerjaan yang tidak pernah terlihat.

Jadi, ketika suatu hari kita memainkan game dengan grafik sederhana dan berpikir, “Ini kan kelihatannya gampang dibuat,” mungkin justru di situlah kita perlu melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Karena sesuatu yang terlihat sederhana di layar bisa jadi merupakan hasil dari bertahun-tahun usaha untuk membuat semuanya terasa sederhana.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *