Kenapa Developer Bisa Menghabiskan Waktu Bertahun-Tahun untuk Satu Game?

Kenapa Developer Bisa Menghabiskan Waktu Bertahun-Tahun untuk Satu Game

Bagi pemain, sebuah game mungkin terlihat seperti produk yang sudah jadi ketika pertama kali dimainkan. Ada dunia yang luas, karakter dengan animasi detail, musik, cerita, sistem pertarungan, hingga berbagai fitur yang terasa bekerja secara bersamaan.

Namun di balik pengalaman tersebut, ada proses panjang yang sering kali berlangsung selama bertahun-tahun.

Pertanyaannya, kenapa developer membutuhkan waktu selama itu hanya untuk membuat satu game?

Jawabannya bukan semata-mata karena developer bekerja lambat. Membuat game modern pada dasarnya adalah pekerjaan besar yang menggabungkan banyak bidang sekaligus.

Membuat Game Bukan Sekadar Membuat Program

Kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap game sebagai sebuah program yang tinggal ditulis kodenya.

Padahal, sebuah game membutuhkan banyak elemen.

Ada programmer yang membangun sistem permainan. Ada desainer yang menentukan mekanisme gameplay. Seniman membuat karakter, lingkungan, animasi, dan berbagai aset visual. Penulis menyusun cerita dan dialog. Komposer serta sound designer mengurus musik dan suara.

Semua bagian tersebut kemudian harus bekerja sebagai satu kesatuan.

Satu perubahan kecil pun terkadang dapat memengaruhi sistem lain. Ketika mekanisme permainan berubah, misalnya, desain level, animasi, keseimbangan permainan, bahkan cerita bisa ikut disesuaikan.

Itulah sebabnya pengembangan game sering lebih rumit daripada yang terlihat dari layar.

Ide yang Bagus Harus Diubah Menjadi Sistem yang Bisa Dimainkan

Tahap awal pengembangan biasanya dimulai dari sebuah konsep.

Developer mungkin memiliki gagasan tentang dunia, karakter, atau mekanisme permainan yang menarik. Namun ide tersebut belum otomatis menjadi game yang menyenangkan.

Konsep perlu diuji.

Apakah pemain memahami cara bermainnya? Apakah kontrolnya nyaman? Apakah tingkat kesulitannya masuk akal? Apakah permainan tetap menarik setelah dimainkan selama beberapa jam?

Jawaban atas pertanyaan tersebut biasanya ditemukan melalui prototipe dan pengujian berulang.

Tidak jarang sebuah fitur yang terlihat bagus di atas kertas ternyata terasa membosankan ketika dimainkan. Developer kemudian harus mengubahnya, menghapusnya, atau bahkan membuat sistem baru dari awal.

Di sinilah waktu pengembangan bisa bertambah panjang.

Membuat Dunia Game Membutuhkan Banyak Detail

Semakin besar sebuah game, semakin banyak pula detail yang harus dibuat.

Game dengan dunia terbuka, misalnya, tidak hanya membutuhkan peta yang luas. Setiap bagian dunia harus memiliki lingkungan, bangunan, karakter, animasi, suara, pencahayaan, objek interaktif, serta berbagai sistem yang membuat dunia tersebut terasa hidup.

Pemain mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk melewati sebuah jalan.

Namun bagi developer, jalan tersebut bisa berarti berjam-jam pekerjaan.

Karena itu, ukuran dunia game tidak bisa dinilai dari berapa lama pemain membutuhkan waktu untuk menjelajahinya. Di balik beberapa menit pengalaman bermain, bisa terdapat pekerjaan produksi yang sangat panjang.

Bug Menjadi Salah Satu Pekerjaan Terbesar

Game juga harus diuji berkali-kali.

Sebuah game bisa memiliki ribuan bahkan lebih banyak kemungkinan interaksi. Pemain dapat melakukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh developer.

Misalnya, pemain menemukan cara menembus dinding, membuat karakter terjebak, memicu misi dalam urutan tertentu, atau menggunakan dua fitur secara bersamaan hingga permainan mengalami masalah.

Setiap masalah perlu ditemukan, dicatat, diperbaiki, lalu diuji kembali.

Yang lebih rumit, memperbaiki satu bug terkadang bisa memunculkan bug lain.

Karena itu, fase pengujian bukan sekadar mencari kesalahan. Ini merupakan proses memastikan berbagai sistem dalam game dapat bekerja bersama tanpa merusak pengalaman pemain.

Game Harus Terasa Menyenangkan, Bukan Sekadar Berfungsi

Sebuah game sebenarnya bisa berjalan tanpa menjadi game yang bagus.

Karakter dapat bergerak. Musuh dapat menyerang. Pemain dapat menyelesaikan misi.

Tetapi apakah semuanya terasa menyenangkan?

Pertanyaan inilah yang membuat proses pengembangan membutuhkan banyak iterasi.

Developer terus mengubah kecepatan karakter, respons kontrol, kekuatan musuh, desain level, sistem hadiah, kamera, hingga berbagai detail kecil yang mungkin tidak disadari pemain.

Tujuannya sederhana: membuat permainan terasa tepat.

Dalam banyak kasus, kualitas sebuah game justru lahir dari ratusan keputusan kecil yang dilakukan berulang kali.

Teknologi Juga Terus Berkembang

Pengembangan game yang berlangsung bertahun-tahun menghadapi tantangan lain: teknologi berubah.

Engine mendapatkan pembaruan. Perangkat keras baru muncul. Standar grafis meningkat. Sistem operasi dan konsol berubah. Bahkan kebiasaan pemain juga ikut berkembang.

Game yang dirancang beberapa tahun lalu mungkin perlu menyesuaikan diri dengan kondisi ketika akhirnya dirilis.

Developer harus memastikan teknologi yang digunakan tetap relevan dan stabil.

Pada proyek besar, proses ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena mengganti teknologi di tengah pengembangan tidak selalu mudah.

Semakin Besar Game, Semakin Besar Koordinasinya

Game modern sering dibuat oleh tim yang terdiri dari banyak orang.

Masalahnya bukan hanya membagi pekerjaan, tetapi memastikan semua pekerjaan tersebut memiliki arah yang sama.

Desainer harus berkomunikasi dengan programmer. Artis harus menyesuaikan aset dengan kebutuhan teknis. Tim audio harus mengikuti perubahan adegan. Tim QA harus menguji fitur yang terus diperbarui.

Semakin besar tim, semakin kompleks pula koordinasinya.

Satu keputusan desain dapat memengaruhi banyak departemen sekaligus.

Karena itu, waktu pengembangan sebuah game juga mencerminkan waktu yang dibutuhkan untuk menyatukan pekerjaan dari berbagai bidang.

Kadang Game Memang Harus Diulang

Ada bagian pengembangan yang tidak terlihat oleh pemain: pekerjaan yang akhirnya dibuang.

Developer bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan membuat sebuah fitur, lalu menyadari bahwa fitur tersebut tidak cocok dengan arah game.

Pilihan yang tersedia adalah mempertahankannya atau menghapusnya.

Keputusan kedua mungkin terasa seperti membuang waktu. Namun dalam pengembangan kreatif, menghapus sesuatu yang tidak bekerja justru bisa menjadi bagian penting dari proses.

Game yang kita mainkan pada hari rilis merupakan hasil akhir dari berbagai eksperimen yang berhasil maupun gagal.

Mengapa Game Terasa Lama Dibuat?

Jika dirangkum, panjangnya waktu pengembangan game biasanya berasal dari beberapa hal sekaligus:

  • Skala proyek yang semakin besar.
  • Banyaknya sistem yang harus bekerja bersamaan.
  • Pembuatan aset seperti karakter, lingkungan, animasi, dan suara.
  • Pengujian dan perbaikan bug yang dilakukan berulang kali.
  • Perubahan desain selama proses produksi.
  • Koordinasi tim dari berbagai bidang.
  • Perkembangan teknologi selama proyek berlangsung.
  • Standar kualitas yang semakin tinggi.

Jadi, ketika sebuah game membutuhkan waktu bertahun-tahun, bukan berarti seluruh waktu tersebut digunakan untuk mengetik kode.

Sebagian besar waktu justru digunakan untuk mencoba, memperbaiki, menguji, mengulang, dan memastikan semuanya dapat bekerja sebagai pengalaman yang utuh.

Game yang Terlihat Sederhana Pun Bisa Rumit

Menariknya, lamanya pengembangan tidak selalu ditentukan oleh tampilan game.

Game dengan grafis sederhana bisa memiliki sistem yang sangat kompleks. Sebaliknya, game dengan visual luar biasa belum tentu membutuhkan sistem permainan yang paling rumit.

Yang menentukan adalah kombinasi antara skala, ambisi, teknologi, jumlah konten, dan kualitas yang ingin dicapai.

Karena itu, melihat sebuah game hanya dari tampilan akhirnya tidak cukup untuk memahami besarnya pekerjaan di belakangnya.

Bertahun-Tahun Bisa Terasa Singkat bagi Developer

Bagi pemain, menunggu sebuah game selama lima tahun mungkin terasa sangat lama.

Namun bagi developer, lima tahun tersebut bisa dipenuhi dengan proses yang terus berubah.

Ada tahap perencanaan, prototipe, produksi, pengujian, revisi, optimasi, hingga persiapan peluncuran. Bahkan setelah game selesai, pekerjaan belum tentu benar-benar berakhir karena masih ada pembaruan dan perbaikan.

Pada akhirnya, game adalah produk kreatif sekaligus teknologi.

Ia membutuhkan ide yang menarik, sistem yang stabil, karya visual dan audio, serta pengalaman bermain yang mampu bertahan di tangan pemain.

Kesimpulan

Alasan developer bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk satu game sebenarnya cukup sederhana: game modern adalah proyek yang sangat kompleks.

Apa yang terlihat seperti satu produk di layar merupakan hasil kerja dari banyak orang dan banyak proses yang berlangsung secara bersamaan.

Pemain hanya melihat hasil akhirnya ketika menekan tombol Play. Developer melihat perjalanan panjang sebelum tombol tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Itulah mengapa waktu pengembangan sebuah game tidak selalu bisa diukur dari berapa lama seseorang membutuhkan waktu untuk memainkannya.

Beberapa jam pengalaman bermain bisa merupakan hasil dari bertahun-tahun pekerjaan, eksperimen, kegagalan, dan penyempurnaan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *