Ada game yang gagal karena memang tidak bagus. Tetapi ada pula game yang sebenarnya memiliki ide menarik, dibuat oleh tim yang kompeten, bahkan mendapat perhatian sebelum dirilis, tetapi akhirnya hilang begitu saja.
Di industri game, kegagalan tidak selalu terjadi setelah sebuah game dimainkan banyak orang. Kadang-kadang, kegagalan justru dimulai sebelum pemain sempat mengenalnya.
Ini yang membuat industri game begitu sulit diprediksi. Sebuah game bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibuat, tetapi hanya membutuhkan waktu singkat untuk kehilangan perhatian publik.
Game yang bagus belum tentu ditemukan pemain
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah menganggap kualitas otomatis menghasilkan popularitas.
Padahal, sebuah game harus melewati beberapa tahap sebelum bisa menjadi fenomena. Pemain harus mengetahui keberadaannya, tertarik mencobanya, memahami apa yang membuatnya berbeda, lalu memiliki alasan untuk terus memainkannya.
Jika salah satu tahap tersebut gagal, kualitas permainan bisa menjadi tidak berarti.
Game dengan mekanisme yang sangat baik tetapi tidak memiliki cara untuk menarik perhatian pemain bisa tenggelam di antara ratusan judul lain yang dirilis pada waktu yang sama.
Dengan kata lain, membuat game dan membuat orang mau memainkan game adalah dua persoalan yang berbeda.
Waktu rilis bisa menentukan nasib sebuah game
Ada game yang mungkin akan lebih berhasil jika dirilis pada waktu berbeda.
Bayangkan sebuah game baru diluncurkan ketika perhatian publik sedang dipenuhi oleh beberapa judul besar. Pemain mungkin hanya memiliki waktu dan uang yang terbatas.
Akibatnya, game baru tersebut harus bersaing bukan hanya dengan game yang mirip, tetapi dengan seluruh hiburan yang sedang mendapatkan perhatian.
Inilah mengapa kalender rilis menjadi sangat penting.
Game yang sebenarnya memiliki potensi bisa kehilangan momentum karena datang pada saat yang kurang tepat. Sebaliknya, game sederhana dapat memperoleh perhatian besar ketika muncul pada waktu yang tepat dan menemukan ruang kosong di pasar.
Kesan pertama sering kali lebih kuat daripada kualitas sebenarnya
Pemain modern memiliki banyak pilihan. Karena itu, sebuah game tidak selalu mendapat kesempatan panjang untuk menjelaskan kelebihannya.
Judul, trailer, gambar, halaman toko, demo, hingga beberapa menit pertama permainan dapat membentuk persepsi awal.
Jika semua itu tidak mampu menjelaskan pengalaman yang ditawarkan, pemain mungkin pergi sebelum menemukan bagian terbaiknya.
Masalahnya bukan selalu game tersebut buruk.
Bisa saja game itu gagal menjelaskan mengapa dirinya layak dimainkan.
Ini menjadi semakin penting ketika sebuah game memiliki konsep yang unik tetapi sulit dijelaskan. Keunikan yang tidak mudah dipahami justru bisa menjadi hambatan ketika pemain pertama kali melihatnya.
Terlalu banyak masalah teknis dapat menghancurkan kepercayaan
Peluncuran adalah momen ketika sebuah game bertemu dengan publik dalam skala besar.
Jika pada saat tersebut pemain menemukan bug serius, performa buruk, server bermasalah, atau masalah teknis lainnya, kesan negatif dapat menyebar dengan cepat.
Internet membuat pengalaman beberapa pemain bisa segera diketahui jutaan orang.
Masalah teknis tidak hanya memengaruhi pengalaman bermain. Ia juga dapat memengaruhi kepercayaan terhadap pengembang dan publisher.
Ketika pemain merasa sebuah game belum siap dirilis, sebagian dari mereka mungkin memilih menunggu. Namun dalam industri yang bergerak cepat, menunggu terlalu lama bisa berarti kehilangan momentum.
Game bisa terlalu rumit untuk pemain baru
Kompleksitas bukan selalu kelebihan.
Sebuah game dapat memiliki sistem yang dalam, banyak fitur, mekanisme kompleks, dan dunia yang luas. Namun jika pemain baru tidak tahu harus mulai dari mana, semua kelebihan tersebut justru menjadi beban.
Pemain membutuhkan alasan sederhana untuk memahami permainan.
Bukan berarti sebuah game harus dangkal. Game yang kompleks tetap bisa sukses jika mampu memperkenalkan kompleksitasnya secara bertahap.
Masalah muncul ketika pemain harus memahami terlalu banyak hal sebelum mereka sempat merasakan kesenangan.
Tidak menemukan identitas yang jelas
Di tengah pasar yang penuh game, pertanyaan sederhana menjadi sangat penting:
Mengapa pemain harus memilih game ini?
Jika jawabannya sulit ditemukan, sebuah game akan lebih mudah dilupakan.
Game tidak harus menjadi sesuatu yang benar-benar baru. Banyak judul sukses menggunakan konsep lama, tetapi memberikan pengalaman yang memiliki identitas kuat.
Identitas tersebut bisa berasal dari gaya permainan, dunia, karakter, humor, visual, komunitas, atau cara tertentu dalam membuat pemain merasa terlibat.
Yang penting, pemain memiliki sesuatu yang mudah diingat.
Pemasaran yang tidak sesuai bisa membuat game salah sasaran
Pemasaran bukan sekadar membuat game terlihat keren.
Cara sebuah game diperkenalkan kepada publik harus sesuai dengan jenis pemain yang ingin dituju.
Jika promosi membuat pemain mengira game tersebut menawarkan pengalaman tertentu, tetapi ketika dimainkan ternyata berbeda jauh, kekecewaan mudah terjadi.
Sebaliknya, game yang sebenarnya menarik bisa gagal mendapatkan pemain karena materi promosinya tidak berhasil menunjukkan daya tarik utamanya.
Karena itu, pemasaran yang baik bukan hanya soal mendapatkan perhatian.
Ia juga harus membangun ekspektasi yang tepat.
Komunitas belum terbentuk
Banyak game modern tidak hanya dijual sebagai produk, tetapi sebagai ruang sosial.
Pemain ingin melihat apakah ada orang lain yang memainkan game tersebut. Mereka ingin berdiskusi, berbagi pengalaman, membuat konten, atau menemukan teman bermain.
Jika sebuah game tidak berhasil membentuk komunitas pada tahap awal, pertumbuhannya bisa menjadi lebih sulit.
Terjadi semacam lingkaran:
Tidak banyak pemain → komunitas kecil → konten sedikit → perhatian rendah → semakin sedikit pemain baru.
Sebaliknya, ketika komunitas mulai tumbuh, prosesnya dapat bergerak ke arah sebaliknya.
Pemain menghasilkan konten, konten menarik penonton baru, penonton mencoba game, dan sebagian dari mereka kemudian menjadi anggota komunitas.
Terlalu cepat mengikuti tren
Tren dapat menjadi peluang, tetapi juga jebakan.
Ketika sebuah jenis game sedang populer, banyak pengembang terdorong membuat produk serupa. Masalahnya, ketika game selesai dibuat, tren tersebut belum tentu masih sama.
Pengembangan game membutuhkan waktu panjang. Sesuatu yang populer ketika proyek dimulai bisa saja sudah kehilangan daya tarik ketika game akhirnya diluncurkan.
Karena itu, mengejar tren tidak selalu berarti mengejar pasar.
Kadang-kadang justru lebih penting memahami mengapa sebuah tren muncul, bukan sekadar menirunya.
Harga dan model bisnis juga berpengaruh
Pemain tidak hanya menilai sebuah game dari kualitasnya. Mereka juga mempertimbangkan apakah pengalaman yang diberikan sepadan dengan biaya dan waktu yang harus dikeluarkan.
Model bisnis yang dianggap terlalu agresif dapat membuat pemain ragu.
Sebaliknya, model yang terlalu murah atau tidak memiliki sumber pendapatan yang sehat juga dapat menyulitkan game untuk bertahan dalam jangka panjang.
Di sinilah keseimbangan menjadi penting.
Game harus memberikan alasan kepada pemain untuk merasa bahwa mereka mendapatkan nilai yang layak, sementara pengembang tetap memiliki kemampuan untuk merawat dan mengembangkan produknya.
Kegagalan sering merupakan gabungan banyak masalah
Jarang sekali sebuah game gagal hanya karena satu alasan.
Kegagalan bisa terjadi karena kombinasi beberapa hal kecil:
- konsep kurang mudah dipahami;
- waktu rilis kurang tepat;
- persaingan terlalu kuat;
- pemasaran tidak efektif;
- masalah teknis;
- harga tidak sesuai;
- pengalaman pemain baru terlalu rumit;
- komunitas tidak berkembang.
Masing-masing mungkin terlihat seperti masalah kecil. Tetapi ketika semuanya terjadi bersamaan, dampaknya bisa sangat besar.
Itulah sebabnya kesuksesan game sulit dirumuskan dalam satu formula sederhana.
Popularitas bukan hanya tentang membuat game yang bagus
Pada akhirnya, industri game menunjukkan satu hal penting: kualitas adalah fondasi, bukan jaminan.
Sebuah game perlu ditemukan, dipahami, dicoba, dinikmati, dan dibicarakan sebelum memiliki peluang menjadi fenomena.
Bahkan game yang sangat bagus bisa gagal jika hadir tanpa momentum. Sebaliknya, game dengan konsep sederhana dapat berkembang besar ketika mampu menawarkan pengalaman yang mudah dipahami, menyenangkan, dan membuat pemain ingin mengajak orang lain ikut bermain.
Karena itu, ketika sebuah game gagal sebelum menjadi populer, pertanyaannya tidak selalu harus, “Seberapa buruk game tersebut?”
Pertanyaan yang lebih menarik adalah:
“Di bagian mana game tersebut gagal menemukan jalannya menuju pemain?”
Jawaban atas pertanyaan itu menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah game bukan hanya hasil dari teknologi atau kreativitas. Ia juga merupakan pertemuan antara produk, waktu, pemain, komunitas, dan kemampuan sebuah ide untuk mendapatkan tempat di tengah perhatian publik yang sangat terbatas.
Dan mungkin, justru di situlah bagian paling sulit dari membuat sebuah game dimulai.

Leave a Reply