Membuat sebuah game bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Di balik game yang terlihat sederhana sekalipun, ada proses panjang yang melibatkan ide, desain, pemrograman, pembuatan aset visual, musik, pengujian, hingga penyempurnaan.
Lalu, sebenarnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah game?
Jawabannya tidak bisa disamaratakan. Sebuah game sederhana dapat dibuat dalam hitungan minggu atau beberapa bulan. Sementara itu, game dengan dunia luas, visual kompleks, cerita panjang, dan fitur multiplayer dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Game Sederhana Bisa Dibuat dalam Waktu Relatif Singkat
Tidak semua game membutuhkan tim besar.
Game puzzle sederhana, game mobile dengan mekanisme terbatas, atau proyek indie dengan ruang lingkup kecil dapat dikembangkan oleh satu orang atau tim kecil.
Jika konsepnya sudah jelas dan teknologinya tersedia, pengembangan dapat berlangsung beberapa bulan. Bahkan, proyek yang sangat sederhana bisa selesai lebih cepat.
Namun, waktu tersebut bukan hanya digunakan untuk membuat programnya.
Developer tetap harus memikirkan desain permainan, antarmuka, suara, grafis, performa, serta berbagai kemungkinan kesalahan yang muncul ketika game dimainkan.
Game Besar Bisa Memakan Waktu Bertahun-tahun
Situasinya berbeda ketika sebuah game memiliki skala besar.
Game AAA biasanya melibatkan banyak bidang sekaligus. Ada programmer, game designer, animator, artist, penulis cerita, sound designer, tester, produser, hingga berbagai spesialis lainnya.
Setiap bagian harus bekerja secara terkoordinasi.
Membuat satu karakter saja, misalnya, tidak berhenti pada menggambar model. Karakter tersebut mungkin membutuhkan tekstur, animasi berjalan, berlari, menyerang, bereaksi terhadap lingkungan, hingga berbagai gerakan lain.
Semakin banyak sistem yang harus bekerja bersama, semakin panjang pula proses pengembangannya.
Ada Tahap yang Sering Tidak Terlihat Pemain
Salah satu kesalahpahaman tentang pembuatan game adalah anggapan bahwa sebagian besar waktu digunakan untuk membuat grafis.
Padahal, ada banyak pekerjaan yang berlangsung di belakang layar.
Sebelum game benar-benar dibuat, tim biasanya perlu menentukan konsep dan arah permainan. Setelah itu, mereka membuat prototipe untuk menguji apakah mekanisme utamanya memang menyenangkan.
Jika ternyata tidak bekerja dengan baik, desain dapat diubah berkali-kali.
Setelah fondasi permainan dianggap cukup kuat, barulah pengembangan diperluas. Fitur ditambahkan, aset diperbanyak, dunia permainan dibangun, dan sistem mulai diintegrasikan.
Kemudian datang tahap yang tidak kalah penting: pengujian.
Testing Bisa Menghabiskan Banyak Waktu
Game yang terlihat sudah selesai belum tentu benar-benar siap dimainkan publik.
Semakin kompleks sebuah game, semakin banyak kemungkinan masalah yang harus ditemukan.
Ada bug yang membuat karakter menembus dinding, misi yang tidak bisa diselesaikan, suara yang tidak muncul, frame rate yang turun, sampai masalah kompatibilitas pada perangkat tertentu.
Tim pengembang harus memainkan game berulang kali untuk menemukan masalah tersebut.
Setelah bug ditemukan, programmer memperbaikinya. Kemudian game diuji lagi untuk memastikan perbaikan tersebut tidak menciptakan masalah baru.
Siklus seperti ini dapat berlangsung berkali-kali.
Mengapa Ada Game yang Lama Sekali Dikembangkan?
Durasi pengembangan tidak hanya ditentukan oleh ukuran game.
Perubahan konsep di tengah produksi juga bisa membuat waktu pengerjaan bertambah panjang. Begitu pula jika teknologi yang digunakan masih baru atau tim menghadapi kendala produksi.
Game dengan dunia terbuka juga memiliki tantangan tersendiri. Dunia yang luas berarti lebih banyak lingkungan, karakter, misi, objek, animasi, serta sistem yang harus dibuat dan diuji.
Karena itu, dua game dengan jumlah pemain atau tampilan visual yang terlihat mirip belum tentu memiliki waktu pengembangan yang sama.
Lama Bukan Berarti Lebih Bagus
Hal menarik lainnya adalah hubungan antara waktu pengembangan dan kualitas game tidak selalu sederhana.
Game yang dibuat bertahun-tahun belum tentu lebih menyenangkan daripada game yang selesai dalam waktu lebih singkat.
Yang lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan.
Tim yang memiliki visi jelas, sistem produksi yang baik, komunikasi efektif, dan ruang lingkup yang realistis dapat bekerja lebih efisien.
Sebaliknya, proyek yang terus mengalami perubahan arah dapat menghabiskan waktu jauh lebih lama meskipun pada awalnya terlihat sederhana.
Game Adalah Gabungan Banyak Pekerjaan
Pada akhirnya, waktu pembuatan sebuah game mencerminkan betapa banyaknya pekerjaan yang tersembunyi di balik pengalaman bermain beberapa jam.
Ketika pemain melihat karakter bergerak, dunia berubah, musik terdengar, dan cerita berjalan secara bersamaan, semua itu merupakan hasil dari berbagai bidang yang bekerja dalam satu sistem.
Itulah sebabnya pertanyaan “berapa lama membuat sebuah game?” sebenarnya tidak memiliki satu jawaban.
Game kecil mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan. Game yang lebih ambisius dapat membutuhkan beberapa tahun. Sementara proyek dengan skala luar biasa besar bisa berkembang jauh lebih lama lagi.
Yang pasti, semakin besar mimpi yang ingin dimasukkan ke dalam sebuah game, semakin besar pula waktu, tenaga, dan koordinasi yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.
Dan di situlah menariknya industri game: apa yang terlihat sebagai sebuah hiburan sederhana di layar sebenarnya merupakan hasil dari proses kreatif dan teknologi yang sangat panjang.

Leave a Reply